Berau Miliki Potensi Pembatik dan Penenun Berbakat, Bupati: Kedepan Perlu Ada Perbup ASN Wajib Pakai Batik Berau
Bupati Berau Sri
Juniarsih dan Ketua Deskranasda Berau Sri Asliandi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Motif Batik Berau sangat potensial dikembangkan di Bumi Batiwakkal Berau,
didukung terdapatnya penenun dan pembatik sangat berbakat. Tidak salah Bupati
Berau Sri Juniarsih pernah menjabat Ketua PPK sekaligus Ketua Deskranasda
Berau sempat punya impian dapat membimbing para pembatik maupun penenun yang
dimiliki agar bisa membuat batik ciri khas Kota Sanggam, yang keberadaannya bisa
digunakan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam berkerja.
”Kedepan sekiranya perlu ada dibuat piranti
hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang menjelaskan bahwa ASN wajib memakai
batik khas Berau,”ujar Bupati Berau Sri Juniarsih baru-baru di Balai Mufakat.
“Kendalanya
disini masih keterbatasan sarana prasana khususnya mendukung para penenun untuk
lebih berkembang. Karenana itu saya menghimbau seluruh OPD menjalin kersama
dengan PKK khusunya OPD Pembina dapat menjadi pendamping dan motivator PKK
sudah melalukan MoU dengan Intansi terkait PKK,”jelas Sri
Juniarsih.
Sementara
itu dari penjelasan Sekretaris Deskranasda Berau, Endang Iriani menjelaskan
khusus Industri Batik yang ada di Berau berjumlah 7 Industri membina sebanyak
48 Industri Kecil Menengah (IKM) dengan rincian Kecamatan Tanjung Redeb
sebanyak 5 Industri antara lain Rumah Batik Berau/Roli Evanali membawahi 7 IKM,
Batik Ta Puri 10 IKM, Batik Warna Alam /Yuli Eka S 5 IKM , Batik Syah
Pandu Rata 3 IKM dan Batik Sinar Banua membawahi 3 IKM. Sisanya Batik
Maluang 10 IKM di Kecamatan Gunung Tabur , Batik Tembudan di Kecamatan Batu
Putih 10 IKM.
Sementara
Industri Tenun di Kabupaten Berau berjumlah 14 Industri , sebanyak 3 Industri
membawahi 3 IKM berlokasi di Kecamatan Tanjung Redeb seperti Mariatu Mapun
produknya Tenun Gunung Panjang, Hermintiwa produk kain tenung Gunung Panjang,
Lijun Mapun produk kain tenung Gunung Panjang total IKM 3.
7 Industri di kecamatan Sambaliung membawahi
7 IKM seperti Lucia Siti Amina kain tenun Sukan, Armianti merk Kain Tenun
Sambaliung , aminanh Fitri Diaz merk Tenun Sanggam , Maria Oktivia merk Tenun
Bebanir Bangun , Ursula Grasiana merk Tenun Trans Bangun , Agustina Anteniamerk
Tenun Trans Bangun dan Kelompok Tenun Sukan merk Tenun Sukan.1 Industri Kecamatan
Talisayan membawahi 0 IKM yakni Kelompok Tenun Bumi Jaya merk Tenun Bumi Jaya.
1 berlokasi di Kecamatan Segah membawahi 10 IKM yakni Industri Kelompok Tenun
Indah merk Tenun Pandan Sari dan 1 Industri lagi di Kecamatan teluk bayur
membawahi 7 IKM yakni Kelompok Tenun MaMaBe merk Tenun Meraang Tumbit Melayu.
“Aktivitas mereka cukup banyak tenaga diserap
dan mereka sudah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,’jelasnya.
(sep)